
Nama lengkapnya Ika Virginaputri Ayyudyah. Namun dBlogger (sebutan komunitas member blogger blogdetik.com) menyebutnya miss too late. Alasannya, setiap ada kopdaran ia memang datang pas ketika teman-teman lain telah bersiap pulang.
Seperti di sebuah Sabtu di blok m. Kopdaran yang jadwalnya pukul 2, akhirnya harus diperpanjang waktunya karena ia datang 2 jam lebih lambat. Seperti pengakuannya, awalnya ia tidak pede datang pada acara sebuah komunitas. Hari itu ia memaksakan diri. Tujuanya untuk melepas kejenuhan yang selalu di dera deadline tiap minggu.
Itulah salah satu alasan kenapa ia selalu datang telat. Sebagai editor majalah remaja perempuan yang menguasai pasar, mengharuskannya bekerja bukan full time lagi. Namun selalu over time. Ia ke kantor jam 9 pagi dan pulang paling cepat pukul 23:00.
Akibatnya, ia tak punya waktu untuk pacaran. Tampaknya laki-laki yang sudah dipacarinya sembilan tahun itu cukup sabar. Karena waktunya pacaran hanya seminggu sekali. “Itupun kalau dia beruntung, kata perempuan yang hanya makan makanan berbahan tepung ini.
Untuk membunuh kejenuhannya itu, saat malam ngeblog. Sebelumnya ia memang pembaca detik.com. Begitu portal berita terbesar di Indonesia itu meluncurkan blog, ia langsung mendaftar. Ternyata ngeblog cukup membuatnya fresh dari kejaran deadline. Apalagi setelah mendapat ajakan kopdaran.
Sebelumnya perempuan berambut cepak ini belum pernah bergabung dengan komunitas lain. Ia mengaku cukup excited. Karena sambutan dBlogger yang sangat welcome. Setiap kopdaran ia selalu berusaha membolos (sebentar) dari pekerjaannya. Dan tampaknya ia akan segera menghapus julukan yang ditujukan pada dirinya. Di setiap kopdaran berikutnya, telatnya makin berkurang.
Sebagai editor kadang ia merasa tak kuat menghadapi tekanan yang terus-menerus. Tugas beratnya ia harus bisa menjembatani dua kubu kepentingan. Yakni editor in chief (bosnya) dengan reporter. Ia merasa sering “tergencet” di tengah-tengahnya. “Kadang-kadang bos maunya A, tp keadaan yg dialami reporter mngharuskan B. Jadinya harus disesuaikan lagi”, tambahnya.
Apalagi kalau reporter pada telat deadline. Ia harus ngebut gila-gilaann mengedit naskah yang baru masuk itu. Namun kadang ada perasaan tidak tega kalau harus “memperkosa” hasil tulisan seorang reporter. Karena ia sadar, reporeter tersebut sudah menuliskan sekuat tenaganya.
Obrolan dengannya sore itu sempat putus-nyambung. Karena dia harus tetap menyelesaikan pekerjaanya tepat waktu. Ia sangat menyadari bekerja di sebuah media memang mengharuskannya seperti itu andai majalah yang ia editori tetap sebagai market leader. Ia merasa menikmatinya.
Beberapa pengalaman yang membuatnya tetap bertahan bekerja sebagai editor diantaranya, ia sering memperoleh “jatah preman” dari para pengiklan. Mulai dari pembalut, baju-baju, parfum, sampe tas. Yang kedua, ia menikmati perjalanan liputannya ke luar kota.
Tentu saja, perjalanan itu akan menjadi bahan yang sangat menarik untuk mengisi blognya yang pernah nangkring di urutan 5 versi alexa. Menanggapi hal itu ia berkomentar, “menurutku sih itu “by accident” atau coincidence ajah. Maksudnya yang ngklik blog aku pasti sebenernya kesasar.
wong blog isinya “sampah” alias curhatan melulu gitu kok.
Apapun alasannya, prestasi yang cukup membanggakan bukan?. Sampai kapan ngeblog? Sampai kapan pun!









July 1st, 2009 at 1:45 pm
sebutan yang cukup manis “miss too late”
[Reply]
July 2nd, 2009 at 7:30 am
cie….cieeee
suittt….suittt
btw pernah nangkring di urutan 5 alexa?
cool
[Reply]
July 3rd, 2009 at 1:28 pm
wah mestinya bisa buka lapak baru tuh
dari hasil jatah preman-nya xixixi
[Reply]
July 7th, 2009 at 1:24 pm
Go girl..eh go Ika..jangan telat lagi ya…
[Reply]
April 21st, 2010 at 11:57 am
mbak ika,
lanjutan obrolan kita via email or YM aja, di: prasetyohadiprayitno@yahoo.com. soalnya FBku diblock oleh office. aq lg ngantor d menara mnc, kebon sirih, menteng. user yg lagi cari juga di kawasan menteng, jakarta pusat. bener berminat? kutunggu jawabmu
[Reply]