
Sebagai pemerhati bahasa indonesia, Bene Waluyo sudah sangat akrab di kalangan para blogger. Blognya bahasa pleas, sangat serius menyoroti penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai ( bukan baik dan benar). Di sela kesibukannya sebagai dia memaparkan siapa saja yang berhak mengkampanyekan agar masyarakat terbiasa berbahasa Indonesia secara benar.
Apa motivasi Anda mengkampanyekan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar?
Tujuannya justru untuk menumbuhkan motivasi kita semua agar memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Artinya yang sesuai pembacanya dan kaidahnya. Untuk masalah penggiat, (mungkin juga sih bisa dibilang begitu) karena pekerjaan saya memang selalu berkecimpung dengan bahasa Indonesia. Namun yang jelas saya bukan ahli Bahasa.
Ini penting banget soalnya banyak yang bilang begitu, kalo boleh dibilang saya cuma pemerhati aja, atau boleh juga dibilang motivator berbahasa Indonesia yang sesuai. Saya sengaja tidak pakai “berbahasa Indonesia yang baik dan benar”, karena kalimat itu di pikiran oang adalah berbahasa formal padahal tidak begitu maksudnya. Berbahasa itu harus disesuaikan dengan lawan bicara/pembacanya, tapi yang penting kaidahnya jangan terlalu jauh diselewengkan
Bagaimana Anda melihat penggunaan bahasa indonesia oleh para blogger dalam postingan saat ini?
Saya melihatnya justru dengan adanya tren ngeblog saat ini menyebabkan orang-orang jadi makin memperhatikan penggunaan bahasa yang sesuai itu tadi. Dan saya melihatnya makin hari penggunaan bahasa Ind oleh para blogger makin hari makin baik. Apalagi maraknya lomba blog yang mengharuskan penggunaan tulisan berbahasa Indonesia, seperti yg sudah pernah saya bahas di Bahasa, please!
Siapa sebernarnya yang berkewajiban Mengkampanyekan Penggunaan Bahasa Indonesia Yang baik dan benar itu?
Memang ada yang namanya lembaga Pusat Bahasa atau Balai Bahasa, atau apa lah yang urusannya setiap hari berkutat dengan bahasa Indonesia secara teknis. Namun urusan kampanye sebaiknya juga bukan mereka. Yang punya kewajiban bertugas menularkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik & benar adalah para pejabat publik dan tokoh masyarakat.
Omongan mereka didengar banyak orang. mereka punya pengaruh di masyarakat luas. Bagaimana seharusnya mereka mengkampanyekan ini? Nggak perlu susah-susah seperti kampanye pemilu, cukup mereka setiap hari memberi contoh yang baik dalam berbahasa, jangan terlalu sering pakai bahasa asing, apalagi jika berbicara di depan pers atau publik.
Kalau yang membakukan/translate penyerapan frasa baru dari asing terutma istilah-istilah online?
Bahasa itu kan kalau dilihat sejarahnya sebenarnya adalah kesepakatan di antara para pemakainya. Selama masing-masing orang penggunanya saling mengerti dengan sebuah kata atau istilah dan nyaman mereka menggunakannya, ya sudah jadilah. Pusat Bahasa memang mungkin yang paling bertanggung jawab akan hal itu, tapi mereka juga kan melihat ‘kesepakatan’ itu tadi.
Untuk kata ‘unduh’ misalnya, mungkin mereka melihat bahasa Jawa adalah yang paling banyak penggunanya di Nusantara ini, meski akar bahasa Indonesia adalah Melayu. Mungkin.. ini mungkin ya, mereka tidak menemukan padanan katanya dalam bhs melayu. Atau mungkin juga tidak ingin bahasa Indonesia jadi seperti bahasa Malaysia. Kembali ke pertanyaan tentang siapa yang berhak, tentunya adalah pemerintah melalui lembaga bahasa resmi sesuai yang tertera dalam UU No. 24 thn 2009 pasal 41 ayat 1 & 2.
Bagaimana komentar Anda tentang bahasa Al4y?
Jujur, saya tidak tahu apa itu bahasa Al4y. Saya juga sudah tahu isunya, tapi belum tertarik untuk ‘mempelajarinya’ lebih lanjut. Tapi pada dasarnya semua bahasa baru yg muncul tidak serta-merta dianggap “melanggar” etika berbahasa, malah justru bisa makin memperkaya bahasa Indonesia. Contohnya bahasa prokem ‘nyokap’ & ‘bokap’ yang saat ini sudah seperti bahasa sehari-hari yg biasa digunakan di masyarakat perkotaan, sehingga boleh dibilang sudah menjadi bahasa Indonesia secara tidak resmi.
Saat ini ia bersama dengan teman-temannya mengelola www.arkasacom.net, perusahaan konsultan yg berhubungan dengan komunikasi-periklanan dan juga perangkat lunak serta percetakan. Di samping itu laki-laki yang pintar membuat sketsa ini juga menjadi konsultan dan juga penulis lepas. “Saat ini saya sedang membantu sebuah perusahaan periklanan dan kehumasan dalam hal pengelolaan konten web milik kliennya”, tambahnya
Namun ia juga tak melupakan blognya. Ia menganggap blog adalah sarana aktualisasi dan ekspresi diri. Menututnya, Blog juga sebagai ajang menorehkan emosi kreativitas yang tdk bisa kita salurkan di jalur resmi, dan yang tak kalah pentingnya juga adalah sebagai ajang eksistensi diri.
Pertama kali ngeblog tahun 2003 di di multiply.com. Namun ia mengaku, blognya hanya begitu-begitu aja karena pada waktu itu masih bekerja sebagai copywriter di perusahaan orang lain. Baru pada tahun 2005 mulai aktif ngeblog di blogspot. Di wordpress ia menghususkan buat puisi.
Apa yang Anda peroleh dengan adanya blog?
Mnambah teman. Secara kebahasaan keterampilan saya dalam berbahasa jadi makin terasah, bisa jadi juga saya jadi makin dikenal secara maya, bukan secara fana :). Hal yang paling menarik adalah mantan pacar jadi makin cinta dengan saya karena membaca tulisan di blog sy, hahaha…
Laki-laki yang mengidolakan BJ Habibie dan Andrea Hirata ini mempunyai masa bocah yang mengesankan. Berikut penuturannya:
Waktu saya kecil, kira-kira SD, ada majalah namanya majalah Humor. Isinya banyak tentang komik/kartun humor dan juga cerita humor. Saking terobsesinya dengan majalah itu, saya akhirnya coba menggambar komik dan bikin beberapa gambar yg seolah-olah itu adalah sebuah iklan di kertas folio (landscape) yang dilipat dua dan dijilid di tengahnya, jadi seperti buku/majalah.
“Majalah” buatan saya itu beberapa malah ada yg sy jual kepada teman-teman sekolah, kira-kira waktu itu harganya berapa ya? Sekitar Rp 25 – Rp 50 lah. Alhasil, ketika SMP saya jadi wakil pemred majalah sekolah, waktu kelas 2 SMA bahkan jadi pemred majalah dinding dan menang lomba mading antar SMA di Manado.
Kepada para blogger, ia bersaran:
Sebagai orang yg peduli dengan bahasa Indonesia, sudah pasti sy berharap para blogger Indonesia terus menulis dengan bahasa Indonesia yg sesuai (baik & benar). Jika memang punya kemampuan berbahasa asing sebaiknya jangan terlalu sering mencampur bahasa asing dengan bahasa Indonesia, jika ingin tetap mengasah kemampuan bhs asingnya sebaiknya bikin blog tersendiri yg berbahasa asing tersebut, atau bikin blog dwi bahasa.
Jika bahasa Indonesia terbukti digunakan oleh banyak orang, siapa tahu saja bhs Ind bisa jd bhs Internasional, apalagi waktu itu Wordpress telah mencatat bahwa bahasa Indonesia adalah bhs ketiga terbesar yang digunakan oleh pengguna Wordpress di seluruh dunia .









October 26th, 2009 at 6:10 pm
Wah, baru saja mau tanya pendapat Mas Bene soal bahasa 4L4Y, ternyata sudah dipertanyakan juga di artikel ini. Saya senang pandangan Mas Bene yang terbuka tentang banyaknya cabang bahasa di Indonesia yang makin meluas. Melenceng atau tidak dari kaidah dan aturannya, saya sangat setuju bahwa bahasa-bahasa baru yang bermunculan itu justru memperkaya Bahasa Indonesia. Di Eropa atau Amerika saja tidak punya bahasa sebanyak Indonesia ya.. Tetap menulis, Mas! Nice views!
[Reply]
October 26th, 2009 at 8:10 pm
Bahasa Indonesia adalah produk oplosan yang sangat adiktif. Semakin banyak ramuannya, semakin mantap digunakan. Jangan khawatir, mau pakai maka pakailah, mau dirijek, rijeklah, dijamin aman, tidak merusak jaringan, murah meriah banyak menyimpan kejutan.
[Reply]
October 27th, 2009 at 1:09 pm
Besok Sumpah Pemuda nih mas Ben, tulisannya bikin semangat kita buat jaga Bahasa Indonesia agar senantiasa lestari yah, sukses deh dengan kampanyenya
[Reply]
October 27th, 2009 at 3:43 pm
mantabb
kalo nggak kita sendiri yang menghargai bahasa sendiri, siapa lagi ya?
salut
[Reply]
October 28th, 2009 at 6:17 am
bahasa Indonesia go internasional atau internasionalisasi bahasa Indonesia? Langkah yang besar dan jauh ke depan. Selamat memperingati hari sumpah pemuda.
[Reply]
October 28th, 2009 at 12:37 pm
pakatuan wo pakalawiren!
[Reply]
October 28th, 2009 at 12:53 pm
Bahasa Indonesia banyak koq dipakai sebagai poengantar pendidikan
selain di Indonesia tentunya
[Reply]
October 28th, 2009 at 3:18 pm
salut dech buat yang menciptakan bahasa baru,bahasa gaul bahasa trend,sah-sah aja jika masih dalam batasan yang wajar.tapi tetep lebih baik pake bahasa indonesia yang baik dan benar..ok!
[Reply]
October 28th, 2009 at 10:48 pm
Sorry, saya kurang paham seluk-beluk Bahasa, jadi belum bisa komen ..
Salam.
[Reply]
October 29th, 2009 at 4:15 am
bagian dari sumpah pemuda…
[Reply]
October 29th, 2009 at 7:44 am
[...] Tapi ternyata pelanggaran UU (uneg-uneg) itu justru ditangkap oleh pihak sang empunya domain blogdetik.com) yang mengutus aparatnya yang bernama Karmin Winarta untuk mengintimidasi pengasuh blog ini agar pelanggaran UU itu makin menjadi-jadi… hahaha, ga percaya? Silakan lihat betapa UU itu dilanggar habis-habisan di sini [...]
October 29th, 2009 at 8:00 am
g segitunya x. . .
manx taz dasar apa????
[Reply]
October 29th, 2009 at 8:10 am
Kritik nih, 4l4y itu bukan bahasa tapi kata atau satu istilah. Bagaimana mungkin hanya satu kata bisa membentuk bahasa? Satu kalimatpun bukan. Kalo bahasa prokem memang termasuk katagori bahasa karena memang memeiliki perbendaharaan kata yg tidak terbatas hanya nyokap dan bokap. Dan sy belum tau tuh kalo sebagian kata dalam bahasa prokem sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia.
[Reply]
October 29th, 2009 at 9:17 am
numpang lewat……
[Reply]
October 29th, 2009 at 10:11 am
setuju cocok mas? bahasa kadang sama arti namun beda situasi
tergantung kita yang meramunya??
[Reply]
October 30th, 2009 at 3:51 pm
Al4y tu artinya apa sih?
*tibatibamerasaudahtuabangetsampegaktauadaistilah4l4y*
[Reply]
October 31st, 2009 at 9:35 am
bahasa prokem usah habis ya mas ?
http://infoforblogger.blogspot.com/
[Reply]
October 31st, 2009 at 10:08 am
aku ingin belajar bahasa di sana!
[Reply]
November 2nd, 2009 at 11:24 am
bahasa 4l4y itu apa sih mas?
[Reply]
November 2nd, 2009 at 2:32 pm
bahasa 4l4y itu bahasa kampung bukan??
aku juga ga ngerti tu bahasa 4l4y ….
[Reply]
March 29th, 2010 at 5:51 am
penggunaan struktur dari : bahasa please! sudah tidak menggunakan EYD, masa’ habis kata “bahasa” di sambung kata “please!”? kok nggak ribel ya.
[Reply]