Sabtu-Minggu (16-17 Juni 2012), 5 pemenang blogger detik diundang WWF-Indonesia mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Rangkaian kegiatan yang bertajuk “Dukung Pelestarian Badak Jawa“, dalam bentuk Lari Lintas Alam (Run Rhino Run) 10 KM di sekitar kawasan TNUK, yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2012.
Menggunakan transportasi darat, dari Jakarta menuju Pantai Cinibung (Kec. Sumur) membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan. Walau perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, tidak menyurukan peserta untuk bangun pagi demi menikmati matahari terbit dari Villa Cinibung yang langsung berhadapan dengan pantainya.
Setelah menikmati sarapan pagi, bergegas menuju lintasan Lari Lintas Alam (Run Rhino Run). Sepanjang lintasan, banyak pemandangan yang menarik. Mulai dari aktivitas bercocok tanam di sawah, aktivitas warga mencari ikan, pengembalaan kerbau, hingga aktivitas yang lainnya.
Menyusuri pinggiran pantai, memberikan sensasi yang sangat menarik dalam menyusuri lintasan tersebut. Suguhan pesona alam yang indah, melupakan penat para peserta saat melintasi kawasan penyangga TNUK.
Setelah makan siang, peserta Fun Tracking diajak berkeliling ke tempat-tempat kerajinan tangan. Mulai dari pembuatan patung badak, gantungan kunci, kerajinan batok, anyam-anyam dan sebagainya.
Tujuannya adalah untuk sosialiasi kepada peserta, bahwa hasil kerajinan yang dihasilkan warga sekitar kawasan penyanggah TNUK tidak kalah dengan daerah lainnya. Hal ini juga bermaksud untuk membantu meningkatkan potensi pendapatan ekonomi warga, disamping pekerjaan utama mereka sebagai petani dan nelayan.
Hari kedua, peserta diajak mengunjungi kawasan TNUK, Cigenter. Dimana tempat tersebut adalah habitat dari Badak Jawa. Hewan yang bertubuh besar dan dijuluki “berjubah besi” ternyata sangat pemalu untuk bertemu dengan manusia. Indera penglihatannya yang sangat kurang baik, terbantu oleh indera penciumannya yang sangat kuat untuk mendeteksi keberadaan manusia dalam jarak beberapa meter disekitarnya.
Dalam menyusuri hulu muara Cigenter, peserta menggunakan kano (kapal kayuh) untuk masuk ke dalam hutan. Lagi-lagi pemandangan alam yang sangat menakjubkan saat masuk menyusuri ke dalam muara tersebut. Suguhan aneka suara burung di dalam kawasan muara yang hijau dan lebat, begitu tenang dan begitu damai untuk dinikmati.
Sesampai di lokasi, peserta dipandu bapak Sumardi untuk masuk kedalam kawasan hutan Cigenter. Menembus lebatnya aneka tumbuhan dan tanah yang becek dan berlumpur. Akankah kami bertemu dengan Badak Jawa di lebatnya hutan ini?
Peserta hanya menjumpai jejak kaki Badak Jawa. Menurut bapak Sumardi, jejak itu masih baru, sekitar 1-2 hari. Tiga bekas kuku membentuk huruf ‘U’ dengan alas yang lebar. Sumardi yakin itu jejak baru, karena jejak yang lama biasanya terdapat cacing.
Para peserta pun kembali menuju Villa, walau hanya berjumpa dengan jejak kaki Badak Jawa, setidaknya dapat mengobati rasa penasaran dengan hewan yang sangat dilindungi ini.
Setelah makan siang, peserta memenuhi undangan Bapak Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Dr. Ir. H. Moh. Haryono. Beliau banyak menjelaskan tentang potensi wisata yang ada di TNUK. Mulai dari pemberdayaan ekonomi di sekitar kawasan penyanggah, hingga sosialisasi kepada warga sekitar untuk turut mendukung pelestarian kawasan TNUK. Penjelasan sangat informatif bagi para peserta yang rata-rata baru mengunjungi kawasan TNUK.
Berbeda dengan cerita Jayboana yang sudah Menunggangi Badak Di Ujung Kulon (http://jayboana.blogdetik.com/2012/06/18/menunggangi-badak-di-ujung-kulon-ngimpi/) atau cerita Harris Maulana yang Bertemu “Badak Jawa” di Ujung Kulon (http://maulanaharris.blogdetik.com/2012/06/18/bertemu-badak-jawa-di-ujung-kulon/).
Badak Jawa, memang sudah selayaknya untuk dilestarikan. Semoga masih banyak yang peduli dengan kelangsungan hidup Badak Jawa ini.
















June 19th, 2012 at 9:54 am
Kereeen, kapan2 saya diajak ya? ^_^
June 19th, 2012 at 12:16 pm
Ada sessi foto bareng Rhino gak
June 20th, 2012 at 8:46 am
gimana caranya utuk jadi anggota Bloger Blog Detik com
June 20th, 2012 at 11:00 am
waw…keren..luar biasa!!!!! kapan ya saya bisa berkesempatan kesana bersama blog detik lagi?
ayo kita sama-sama menjaga dan melestarikan badak jawa! Kalau bukan kita siapa lagi?
Indonesia kaya akan keaneka ragaman…
June 20th, 2012 at 12:54 pm
asyik bener siy
wat jay boana kok gak bawa oleh2nya siy
jadi pengen…
June 20th, 2012 at 2:26 pm
lg nyimak nih kang…
June 20th, 2012 at 4:14 pm
Sabtu ini giliran aku yang kesana untuk ikut acara Run Rhino Run, ka!
June 20th, 2012 at 7:55 pm
kiriman buatku kok blm nyampe yaa?!
June 21st, 2012 at 10:46 am
Mau dong kesana lagi
June 22nd, 2012 at 11:11 am
seru nih……
June 22nd, 2012 at 1:58 pm
akhirnya, sampe juga. makasii blogdetik
July 3rd, 2012 at 1:06 pm
Dulu saya kira di Indonesia nggak ada badak. Ternayata ada euy! Jangan sampai badak punah kayak harimau jawa.